Sweet 20 Sweet 20 (Istimewa)

Sweet 20

Bertabur Bintang dan Lagu Klasik

Film Sweet 20 ini mengadaptasi dari film asal Korea Selatan Miss Granny, yang laris manis  di tahun 2014 lalu dan meraih kesuksesan di negaranya sendiri. Lewat kisah yang dibumbui komedi, film ini tayang di bioskop sejak tanggal 25 Juni 2017.  Boleh dikata cukup sukses menarik penonton di hari lebaran. Meskipun diadaptasi dari film aslinya, Sweet 20 juga hadir dengan nuansa lokal dan disesuaikan dengan budaya Indonesia.

Kisah berawal dari sebuah keluarga yang didalamnya terdapat seorang nenek yang berusia 70 tahun bernama Fatmawati diperankan oleh Niniek L. Karim. Fatma, begitu dia biasa dipanggil tinggal bersama anaknya yang semata wayang dan seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu Salma (Cut Mini) dan kedua cucunya Juno (Kevin Julio), Luna (Alexa Key).

Dalam kehidupan nyata, Fatma banyak ikut campur dalam rumah tangga anaknya. Ia tidak disukai keluarga anaknya karena kecerewatannya. Salma, sang menantupun akhirnya jatuh sakit karena tidak tahan dengan cerewetnya Fatma. Hal ini yang mengakibatkan Aditya dan Luna ingin memasukkannya ke panti jompo.

Fatma yang mendengar hal tersebut merasa kecewa, dan iapun pergi dari rumahnya. Sampai pada perjalanannya pergi dari rumah, Fatma menemukan sebuah toko yang merupakan studio foto. Fatma berkeinginan membuat foto wajahnya yang belum terlalu tua untuk diabadikan, agar dapat menjadi foto pemakamannya nanti tampak cantik.

02 Sweet 20 IstimewaSweet 20 (Istimewa)

Kisahpun dimulai dari sini, setelah di foto keajaibanpun terjadi, Fatma berubah menjadi seorang gadis remaja berusia 20 tahun. Fatma yang tersadar akhirnya merubah namanya menjadi Mieke Wijaya (Tatjana Saphira) yang memulai hidupnya dan mewujudkan mimpinya. Fatma dahulu berkeinginan menjadi seorang penyanyi dan merubah penampilannya dengan dandanan era tahun 60-an yang bergaya klasik. Diluar itu, Aditya sangat resah karena kehilangan sang ibu dan mulai mencari keberadaan ibunya.

Sosok Mieke yang cantik mengingatkan sahabatnya, Hamzah (Slamet Rahardjo) yang sejak dulu jatuh hati kepada Fatma makin jatuh hati setelah mengetahui bahwa sosok Mieke yang muda dan cantik adalah Fatmawati. Sementara itu kehadiran Mieke mulai menarik perhatian dua lelaki lainnya, Juno dan Alan (Morgan Oey) seorang produser TV yang tertarik dengan kecantikan dan suara Mieke.

Mieke yang ingin mewujudkan mimpinya menjadi seorang penyanyi akhirnya menjadi vokalis di band cucunya Juno. Disini Mieke mulai merasa bingung, disatu sisi ia rindu akan kehidupannya sebagai Fatmawati, namun juga mulai merasakan jatuh cinta kembali terhadap Alan.

Film bertema drama komedi ini, layak dijadikan tontonan untuk keluarga. Selain menghibur juga ada pesan moral didalamnya. Dibumbui dengan komedi yang khas yang membuat penonton tertawa, film ini juga berisi adegan yang menguras air mata. Celetukan-celetukan dan tingkah konyol yang dihadirkan pun terkesan natural dan tidak dipaksakan, alur cerita yang unik juga tidak membosankan.

03 Sweet 20 IstimewaSweet 20 (Istimewa)

Yang menarik dari film ini adalah selain bertaburan aktor dan aktris berbakat, juga menyajikan 6 lagu lawas klasik yang di aransemen ulang, seperti ‘Payung Fantasi’, ‘Selayang Pandang’, ‘Layu Sebelum Berkembang’, ‘Bing’, ‘Meraih Asa’ dan ‘Tentang Cinta’.

Setiap lagu berhasil mewakili alur cerita, bahkan 3 lagu dinyanyikan sendiri oleh Tatjana Saphira, yakni  ‘Bing’, ‘Payung Fantasi’ dan ‘Layu Sebelum Berkembang’. Sementara lagu 'Meraih Asa' dibawakan oleh  Alexa Key, ‘Selayang Pandang’ oleh Gugun Blues Shelter, serta ‘Terong Dicabein’ oleh Siti Badriah. Tak heran film ini disebut dengan paket lengkap, selain skenario yang asyik juga dengan adanya scoring yang asyik didengar, ditambah dengan pemain yang bagus.

Akting Tjajana pun nyaris tanpa cela, meski diadu berakting dengan peraih piala citra seperti Niniek L. Karim, Slamet Rahardjo dan juga Widyawati. Hadirnya Tika Panggabean sebagai anak dari Hamzah menambah poin tersendiri di fim ini meski porsi yang ditampilkan tidak banyak. Dalam hal pemilihan kostum, lokasi dan juga audio visual sang sutradara Ody C Harahap cukup pantas diacungi jempol dimana penonton dimanjakan dengan penataan gambar tempo dulu.

Pemilihan lokasi syuting di Bandung, dirasa sangat cocok dengan suasana unik dan klasiknya, sehingga menjadi nilai tambah tersendiri selain para pemain yang terdiri dari lintas generasi. Begitulah, meski film ini berisi cerita yang tidak masuk akal namun cukup menghibur dengan alur cerita yang ringan yang banyak disukai penonton tanah air. Secara keseluruhan film ini cukup berhasil menjadi sebuah tontonan keluarga di tengah liburan. Penasaran dengan akhir dari film ini? Segera sambangi bioskop favorit anda, mumpung film ini masih diputar/ YDhew

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found