Partikelir Partikelir Poster (Istimewa)

Partikelir

Perangi Narkoba Lewat Komedi Aksi

Ini adalah cerita dua sahabat yang terpisah usai SMA, Adri (Panji Pragiwaksono) dan Jaka (Deva Mahendra). Mereka bersahabat sejak mereka di Sekolah Dasar. Keduanya mempunyai kegemaran yang sama, tergila-gila dengan segala hal yang berbau detektif. Akhirnya sebuah kasus berdampak kepada persahabatan mereka yang sempat terpisah pada saat kuliah.  Jaka bekerja sebagai pengacara di sebuah Law Firm Litigasi, sementara Adri tetap ngotot dengan cita-citanya sebagai detektif.

Kisah berawal dengan adegan sosok Adri yang dikejar oleh dua orang yang berusaha mendapatkan sesuatu milik Adri.  Tanpa banyak dialog yang muncul, film ini memunculkan adegan yang cukup membuat penonton menyunggingkan senyum.

Belakangan barulah diketahui bahwa Adri adalah seorang detektif Partikelir (Swasta) yang hanya memfokuskan penyelidikan tentang perselingkuhan, namun akhirnya tanpa sengaja masuk ke dalam suatu jaringan narkoba yang disebut “Rantau”.

Dari kasus inilah membawa Adri mengenal sosok cantik, Tiara (Aurelie Moeremans) yang tengah memintanya untuk menyelidiki ayahnya. Ditengah penyelidikan tersebut tiba-tiba ayah Tiara,  Raga (Cok Simbara) didapati tertembak.  Hal inilah yang akhirnya membuat Adri meminta bantuan Jaka untuk sama-sama menyeliki kasus ini.

02 Partikelir Movie Istimewa

Partikelir Movie (Istimewa)

Adri dan Jaka yang mempunyai karakter berbeda,  terpaksa bekerja sama untuk menyelesaikan sebuah kasus.  Jaka yang awalnya menolak akhirnya mau tidak mau ikut terseret juga menangani kasus Adri. Dari sini petualangan mereka sebagai detektif dimulai.  Adri yang menyelidiki kasus ini sejak awal menemukan kejanggalan di Lembaga Narkotika Nasional (LNN)  yang menangani kasus narkoba yang berakhir dengan disanderanya Adri oleh komplotan tersebut.

Kasus narkoba memang marak belakangan terakhir ini, berbagai nama selebritis Tanah Air tertangkap tangan mengkonsumsinya. Ada pesan yang di selipkan pada akhir film. Dimana Adri akhirnya mengetahui bahwa sahabatnya adalah seorang pengguna narkoba.  Namun sebagai sahabat Adri berusaha untuk memberikan kesembuhan kepada sahabatnya itu. 

Celetukan-celetukan segar selalu mewarnai film ini, apalagi ditambah dengan sosok yang sudah akrab di layar kaca sebagai stand up komedian. Kita dapat melihat polah dari Arief Didu dan Dodit Mulyanto serta ditambah dengan kehadiran Gading Martin. Sebagai seorang komedian, aksi Pandji disini mampu membuat penonton tertawa tanpa harus melakoni hal-hal yang absurd.
 
Panji Pragiwaksono yang bertindak sebagai pemain, penulis skenario, dan sekaligus sebagai sutradara ini cukup berhasil memainkan tokoh Adri.  Meski agak kesulitan dengan multi peranannya dalam film ini, namun ia cukup baik memerankan tokoh tersebut. 

03 Partikelir Movie Istimewa

Partikelir Movie (Istimewa)


Begitupun dengan karakter Jaka, Deva yang terbiasa memerankan tokoh serius aktingnya kali ini terlihat mampu memaikan karakter tersebut dengan beberapa mimik yang cukup mengena. Sementara kehadiran sosok Luna Maya dan Farah Quinn hadir sebagai pelengkap. Hanya sebagai cameo, tanpa banyak porsi akting untuk mereka di film ini.

Film yang akan tayang mulai 5 April ini banyak berisi tentang pesan moral kepada pengguna narkoba terutama di kalangan artis hingga pelaku koruptor di Indonesia. Dalam film ini Panji menyindir orang-orang yang mempermalukan para pemakai narkoba karena mereka seharusnya dibantu.

“Bukan sindiran kepada artis, tapi sindiran kepada mereka yang mempermalukan pengguna sebagai penjahat, dengan mempertontokan mereka. “Kenapa harus mereka, kenapa bukan pengedarnya. Karena kalau kita adil, orang yang make, di situ kan juga disebut sebagai pesakitan. Jangan nilai mereka make, karena pasti semua ada alasannya di belakang,” kata Pandji dalam acara konferensi pers Partikelir di Epicentrum Jakarta Selatan, Rabu (28/3).

"Tentu tidak dibenarkan juga mereka pake narkoba, tapi tidak benar mereka diperlakukan sebagai penjahat. Mereka tuh harusnya dibantu, dimasukan kedalam rumah sakit, kok mereka yang dipermalukan? Harusnya penjahatnya dong, yang bikin, yang ngedarin,” tegas Panji.

Panji hanya menyampaikan uneg-unegnya lewat film ini, terhadap kasus narkoba dalam dunia selebritis tanah air. Ironisnya juga, Tio Pakusodewo sebagai pemeran dalam film ini Desember lalu juga tertangkap karena kepemilikan narkoba. Miris bukan? / Nad

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found